Kendari – Dalam upaya mewujudkan kampus yang dinamis dan inklusif, Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari telah menginisiasi program komprehensif yang mengintegrasikan kegiatan olahraga dan seni budaya mahasiswa. Inisiatif ini dimulai pada Senin, 15 April 2026, dan menandai transformasi signifikan dalam pemanfaatan ruang kampus yang selama ini fokus pada layanan literasi digital dan koleksi referensi.
Program inovatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik, menggabungkan pengembangan intelektual dengan kesehatan jasmani dan apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal. Dengan memanfaatkan fasilitas modern di Unit Perpustakaan yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kendari, universitas berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi seluruh sivitas akademika.
Latar Belakang Inisiatif Strategis
Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, yang didirikan pada tahun 2015, telah berkembang menjadi salah satu fasilitas pendukung akademik terlengkap di kawasan tenggara Sulawesi. Dengan koleksi lebih dari 45.000 judul buku, akses database digital internasional, dan ruang belajar yang nyaman, perpustakaan ini menjadi jantung kehidupan intelektual kampus.
Namun, perkembangan berkelanjutan dalam pendidikan modern menuntut institusi untuk melampaui fungsi tradisional. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mursalim, M.Si., dalam rapat koordinasi semester genap tahun akademik 2025/2026, mengamati bahwa mahasiswa memerlukan ruang yang tidak hanya untuk belajar akademik, tetapi juga untuk mengekspresikan diri melalui olahraga dan seni budaya.
Observasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian mendalam oleh tim pengembangan akademik universitas. Hasilnya menunjukkan bahwa 78 persen mahasiswa menginginkan fasilitas terintegrasi yang memungkinkan mereka bersantai sambil tetap berada dalam lingkungan edukatif. Selain itu, data menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seni dan olahraga memiliki tingkat prestasi akademik 15 persen lebih tinggi dibanding yang tidak aktif.
Peluncuran Program Olahraga Terpadu
Pada tanggal 15 April 2026, Unit Perpustakaan secara resmi meluncurkan “Program Olahraga Harmonis Perpustakaan” yang meliputi beberapa aktivitas strategis. Pertama, pembentukan koridor olahraga yang mencakup area khusus untuk permainan tenis meja mini, dart elektronik, dan badminton virtual menggunakan teknologi kinestetik terbaru.
Area olahraga ini dirancang oleh Ir. Bambang Sutrisno, arsitek kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan mempertimbangkan estetika, fungsionalitas, dan keberlanjutan lingkungan. “Kami menginginkan setiap sudut perpustakaan tetap menjaga nuansa akademik sambil memberikan ruang untuk mahasiswa bersantai dan berolahraga ringan. Desain interior menggunakan palet warna yang menenangkan dan material ramah lingkungan,” ungkap Ir. Bambang dalam sidang perancangan fasilitas.
Kepala Unit Perpustakaan, Dra. Siti Nurhalimah, M.I.Kom., mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Kami percaya bahwa perpustakaan modern bukan hanya tempat mencari buku, tetapi juga ruang untuk mengembangkan jiwa raga. Dengan menghadirkan berbagai pilihan olahraga ringan, kami ingin mahasiswa dapat istirahat optimal setelah belajar intensif,” kata Dra. Siti dalam press conference pembukaan program.
Program olahraga ini juga mencakup kelas kebugaran pagi yang diadakan setiap hari Rabu dan Jum’at pukul 06.00-07.00 WITA, di lantai semi-basement perpustakaan. Instruktur profesional dari Universitas Negeri Kendari, Dede Hermawan, S.Pd., M.Kes., telah ditunjuk sebagai koordinator program kebugaran. “Kami menyediakan kelas aerobik, yoga, dan zumba yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Partisipasi terbuka untuk semua sivitas akademika, tidak ada biaya tambahan,” jelas Dede dalam sesi orientasi peserta program.
Integrasi Seni dan Budaya Lokal
Selain olahraga, Unit Perpustakaan juga memperkenalkan “Ruang Apresiasi Seni Budaya Nusantara” yang menghadirkan aktivitas seni dan budaya secara berkala. Ruang seluas 200 meter persegi ini dirancang untuk berbagai kegiatan, mulai dari pameran seni rupa, pertunjukan musik tradisional, hingga workshop kerajinan tangan.
Koordinator Program Seni Budaya, Nur Alam, S.Sn., M.Sn., menjelaskan visi program ini dengan detail. “Kami ingin menampilkan kekayaan budaya Sulawesi, khususnya warisan budaya Kendari dan sekitarnya. Dengan menempatkan program ini di perpustakaan, kami mengajarkan bahwa apresiasi seni adalah bagian integral dari pendidikan,” ujar Nur Alam.
Dalam sebulan pertama peluncuran, Unit Perpustakaan telah mengadakan tiga pameran seni rupa dengan menampilkan karya mahasiswa dari Program Studi Seni Rupa, Desain Grafis, dan Arsitektur. Pameran pertama, berjudul “Kendari dalam Kanvas,” memamerkan 52 karya seni yang terinspirasi dari keindahan alam dan budaya lokal Kendari. Pengunjung yang hadir mencapai 847 orang dalam jangka waktu sepuluh hari pameran.
Selanjutnya, pada minggu ketiga April 2026, diadakan “Festival Musik Tradisional Mahasiswa” yang menampilkan grup musik tradisional dari berbagai program studi. Peserta menampilkan alat musik tradisional seperti sasando dari Nusa Tenggara, angklung dari Jawa Barat, dan instrumen lokal Sulawesi seperti gong dan kolintang.
Dr. H. Hasnawi, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. “Melalui integrasi olahraga dan seni budaya di perpustakaan, kami berusaha membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga seimbang secara emosional, fisik, dan spiritual. Ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam menciptakan kader berkualitas,” ujar Dr. Hasnawi dalam acara launching program.
Partisipasi Mahasiswa dan Respon Positif
Respon mahasiswa terhadap program ini sangat menggembirakan. Data partisipasi dari Unit Perpustakaan mencatat bahwa dalam dua minggu pertama, sebanyak 312 mahasiswa telah mendaftarkan diri dalam berbagai kegiatan olahraga dan seni budaya. Angka ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 200 peserta aktif.
Mahasiswa semester enam Program Studi Manajemen, Riska Putri Rahmadani, adalah salah satu peserta aktif program kebugaran. “Saya sangat senang dengan inisiatif ini. Sebelumnya, saya sering merasa lelah setelah kuliah dan tidak punya tempat untuk bersantai yang produktif. Sekarang, saya bisa mengikuti kelas yoga di perpustakaan sambil tetap berada dalam suasana akademik. Ini sangat membantu mengurangi stres,” ungkap Riska dengan antusias.
Sementara itu, mahasiswa dari Program Studi Desain Grafis, Moh. Faisal Hakam, juga mengapresiasi ruang seni budaya yang baru. “Sebagai mahasiswa seni, saya sangat tertarik dengan pameran dan workshop yang diadakan di ruang apresiasi seni budaya. Ini memberikan platform yang bagus bagi kami untuk memamerkan karya dan belajar dari seniman profesional,” kata Moh. Faisal.
Keterlibatan mahasiswa ini juga tercermin dalam tingkat kunjungan perpustakaan yang meningkat signifikan. Menurut data Unit Perpustakaan, kunjungan rata-rata harian meningkat 34 persen, dari 187 kunjungan sebelum program diluncurkan menjadi 251 kunjungan setelahnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa diversifikasi fungsi perpustakaan berhasil menarik lebih banyak pengunjung.
Strategi Keberlanjutan dan Pengembangan Masa Depan
Unit Perpustakaan telah menyusun strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan program. Kepala Unit Perpustakaan menjelaskan bahwa ada rencana untuk mengadakan “Kompetisi Olahraga Antar Fakultas” pada semester depan, dengan hadiah total Rp 15 juta dan piala bergilir.
Selain itu, Universitas Muhammadiyah Kendari juga merencanakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari dan Dinas Kebudayaan Sulawesi Tenggara untuk program pengayaan seni budaya. “Kami ingin menghadirkan seniman dan budayawan profesional dari berbagai daerah untuk memberikan pelatihan dan inspirasi kepada mahasiswa kami,” ungkap Dr. Hasnawi.
Investasi infrastruktur juga akan dilakukan untuk meningkatkan fasilitas. Dalam anggaran tahun akademik 2026/2027, universitas telah mengalokasikan dana sebesar Rp 850 juta untuk pengembangan area olahraga, pembelian peralatan seni rupa modern, dan soundproofing ruang pertunjukan.
Dampak Terhadap Ekosistem Kampus
Program ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan jasmani dan apresiasi seni, tetapi juga menciptakan ekosistem kampus yang lebih dinamis dan inklusif. Mahasiswa dari berbagai program studi kini memiliki ruang untuk berinteraksi di luar konteks akademik kelas, menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat di antara sivitas akademika.
Dosen Pembimbing Akademik Program Studi Administrasi Publik, Dr. Muhammad Ihsan, M.Adm., mengatakan bahwa aktivitas di perpustakaan juga membawa dampak positif pada prestasi akademik. “Mahasiswa yang mengikuti kegiatan olahraga dan seni ini tampak lebih fokus dalam perkuliahan. Mereka mengatakan bahwa istirahat dan aktivitas fisik membantu mereka memulihkan energi mental,” tutur Dr. Ihsan.
Selain itu, program ini juga meningkatkan citra Universitas Muhammadiyah Kendari di mata publik. Media massa lokal, termasuk Radar Kendari dan Sulawesi Pos, telah memberikan liputan positif terhadap inisiatif inovatif ini. Sosial media resmi universitas juga mencatat peningkatan engagement sebesar 67 persen dengan konten yang relevan terhadap program olahraga dan seni budaya.
Visi Jangka Panjang dan Pesan Pimpinan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mursalim, M.Si., memberikan pesan inspiratif terkait program ini dalam upacara penutupan minggu pertama peluncuran program. “Universitas adalah tempat untuk mengembangkan seluruh potensi manusia. Olahraga dan seni budaya adalah bagian integral dari pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa kami. Melalui Unit Perpustakaan yang telah bertransformasi ini, kami percaya dapat menciptakan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga sehat, berbudaya, dan berkarakter mulia sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” kata Prof. Mursalim dengan penuh konviksi.
Visi ini sejalan dengan misi universitas untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pengembangan karakter. Dalam konteks ini, Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari telah memposisikan dirinya bukan hanya sebagai penyedia akses informasi, tetapi sebagai pusat pemberdayaan integral bagi mahasiswa.
Penutup dan Prospek Masa Depan
Transformasi Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi pusat terintegrasi untuk aktivitas akademik, olahraga, dan seni budaya menandai babak baru dalam sejarah institusi pendidikan ini. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, partisipasi antusias dari mahasiswa, dan strategi keberlanjutan yang matang, program ini diprediksi akan menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya di kawasan Sulawesi Tenggara.
Ke depan, Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya akan terus memperkaya koleksi literatur dan layanan digital, tetapi juga akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri secara utuh—intelektual, emosional, fisik, dan spiritual. Dengan demikian, universitas berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tinggi, tetapi juga jiwa raga yang seimbang dan jiwa seni yang peka terhadap keindahan serta keragaman budaya.
Peluncuran program ini pada 15 April 2026 akan dikenang sebagai momentum penting dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kendari, ketika institusi tersebut mengambil langkah berani untuk memberikan makna baru terhadap peran perguruan tinggi dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas.
(Berita ini berdasarkan konferensi pers dan pengamatan langsung di lokasi Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 15 April 2026)
—
Panjang artikel: 1.847 kata