KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Dinda Safira Wijaya, berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada 15-17 April 2026 lalu.
Pencapaian luar biasa ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi Dinda Safira Wijaya sebagai perwakilan Universitas Muhammadiyah Kendari, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara ini telah menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang kompetitif di kancah nasional. Prestasi ini merupakan puncak dari dedikasi mahasiswa, bimbingan dosen, dan dukungan infrastruktur akademik yang terus ditingkatkan oleh kampus, termasuk fasilitasi dari Unit Perpustakaan yang menyediakan akses sumber belajar digital.
Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 merupakan ajang bergengsi yang menghadirkan peserta terbaik dari berbagai universitas ternama Indonesia. Kompetisi ini dirancang untuk mengidentifikasi talenta muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang literasi digital, termasuk kemampuan dalam menganalisis konten media sosial, mengidentifikasi misinformasi, dan memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana. Peserta harus menjalani serangkaian tes tertulis, presentasi, dan diskusi interaktif dengan panel ahli dari berbagai lembaga terkemuka.
“Saya sangat senang dan bangga atas pencapaian ini. Dinda Safira Wijaya telah menunjukkan dedikasi luar biasa selama mengikuti program persiapan kompetisi. Dia tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki wawasan kritis tentang dinamika media digital di Indonesia,” ujar Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat diwawancarai di Kantor Rektorat pada 17 April 2026.
Menurut informasi yang dihimpun, Dinda Safira Wijaya telah mempersiapkan diri sejak lima bulan sebelumnya. Proses persiapan melibatkan kerja sama lintas departemen di kampus, termasuk dosen pembimbing akademik dari Program Studi Ilmu Komunikasi, tim literasi digital dari Unit Perpustakaan, serta mentor khusus yang didatangkan dari Jakarta. Mahasiswa yang lahir di Makassar pada 15 Januari 2003 ini menghabiskan waktu belajarnya di berbagai sudut Universitas Muhammadiyah Kendari, mulai dari ruang kelas hingga area kolaboratif di perpustakaan kampus.
Perjalanan Menuju Puncak Kompetisi
Dinda Safira Wijaya adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ilmu Komunikasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 dari skala 4.0. Sejak masuk universitas pada tahun 2021, dia telah menunjukkan keunggulan akademik yang konsisten dan antusiasme tinggi terhadap dunia media dan digital. Menurut catatan akademik, Dinda aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, termasuk menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan aktif dalam klub riset media digital.
“Perjalanan saya menuju kompetisi ini dimulai sejak saya melihat pengumuman pendaftaran di awal tahun 2026. Saya merasa tertantang untuk menunjukkan kemampuan saya dalam memahami literasi digital secara komprehensif. Dengan bimbingan Ibu Dr. Siti Nurhaliza, selaku Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, dan dukungan tim dari Unit Perpustakaan, saya yakin bisa bersaing dengan peserta dari universitas-universitas besar,” ungkap Dinda Safira Wijaya dalam wawancara eksklusif di Ruang Baca Digital Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 17 April 2026.
Program persiapan yang dijalani Dinda mencakup pelatihan intensif tentang literasi digital dalam konteks sosial media, analisis kritis terhadap konten viral, pemahaman tentang algoritma media sosial, dan strategi komunikasi digital yang efektif dan etis. Materi pembelajaran yang digunakan sebagian besar berasal dari koleksi jurnal internasional dan e-book yang tersimpan dalam database digital Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, seperti JSTOR, ProQuest, dan berbagai sumber terbuka lainnya.
Dr. Siti Nurhaliza, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi, menjelaskan bahwa kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi telah dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan industri digital kontemporer. “Kami memastikan setiap mahasiswa tidak hanya menguasai teori komunikasi tradisional, tetapi juga literasi digital yang kuat. Program ini relevan dengan tantangan komunikasi di era digital yang serba cepat dan kompleks. Prestasi Dinda adalah hasil dari sinergi antara kurikulum yang baik, dosen yang berdedikasi, dan infrastruktur pendukung seperti perpustakaan yang memadai,” jelas Dr. Siti dalam pertemuan dengan jurnalis di ruang kerjanya.
Peran Strategis Unit Perpustakaan
Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kontribusi signifikan dalam kesuksesan Dinda Safira Wijaya. Perpustakaan yang terletak di jantung kampus ini menyediakan koleksi literatur komprehensif yang mendukung penelitian dan pembelajaran mahasiswa di semua bidang studi. Khusus untuk Program Studi Ilmu Komunikasi, Unit Perpustakaan telah mengembangkan koleksi khusus yang mencakup jurnal-jurnal terkemuka dalam bidang media, komunikasi digital, dan literasi media.
“Dinda Safira adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan sumber daya perpustakaan secara optimal. Dia secara rutin mengakses database jurnal internasional kami dan memanfaatkan layanan konsultasi penelitian yang kami sediakan. Unit Perpustakaan juga menyediakan ruang-ruang khusus untuk mahasiswa berprestasi seperti Dinda yang membutuhkan lingkungan belajar yang kondusif,” ujar Ir. Muhammad Ridho, Kepala Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Ridho menambahkan bahwa investasi kampus dalam digitalisasi koleksi perpustakaan telah membuka akses lebih luas kepada mahasiswa untuk mengakses sumber-sumber pembelajaran berkualitas tinggi tanpa terbatas oleh lokasi geografis. “Kami memiliki kemitraan dengan berbagai penerbit dan lembaga akademik internasional untuk memastikan koleksi kami selalu up-to-date. Ketika Dinda mempersiapkan diri untuk kompetisi nasional, dia memiliki akses lengkap ke literatur terkini tentang literasi digital dan komunikasi media,” jelasnya lebih lanjut.
Dampak pada Pengembangan Akademik Kampus
Prestasi Dinda Safira Wijaya diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, pencapaian ini akan meningkatkan visibilitas dan reputasi kampus di tingkat nasional, khususnya dalam bidang komunikasi dan literasi digital. Kedua, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk aktif mengembangkan potensi akademik mereka dan berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Prof. Bambang Sutrisno, Rektor, mengungkapkan rencana kampus untuk mengoptimalkan prestasi ini menjadi momentum pengembangan program akademik yang lebih kuat. “Kami akan mempertimbangkan untuk mengembangkan program khusus atau concentration dalam bidang literasi digital sebagai bagian dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Selain itu, kami juga akan meningkatkan alokasi dana untuk penelitian dan pengembangan kapabilitas dosen dalam mengajar literasi digital dengan metode yang lebih inovatif,” terang Prof. Bambang.
Rencana pengembangan lainnya meliputi peningkatan kerjasama dengan universitas-universitas ternama lainnya untuk pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan seminar dan workshop nasional tentang literasi digital. Unit Perpustakaan juga akan meningkatkan koleksi dan layanan khusus yang mendukung penelitian dalam bidang-bidang emerging seperti artificial intelligence dalam komunikasi dan etika digital.
Apresiasi Institusi dan Komunitas Akademik
Pencapaian Dinda Safira Wijaya telah mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Organisasi kemahasiswaan, dosen, dan staf non-akademik di kampus memberikan respons positif terhadap prestasi ini. Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi mengumumkan akan mengadakan acara apresiasi khusus untuk menghargai dedikasi Dinda dan sekaligus memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi.
“Dinda telah menetapkan standar baru untuk keunggulan akademik di Program Studi kami. Pencapaiannya adalah hasil dari kerja keras, komitmen, dan pemanfaatan optimal terhadap semua sumber daya yang tersedia di kampus. Kami berharap semangat Dinda akan menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk tidak takut bersaing dan terus mengasah kemampuan mereka,” kata Wahyu Pratama, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi.
Pesan dan Harapan Ke Depan
Dinda Safira Wijaya menyampaikan pesan motivasi untuk rekan-rekan mahasiswanya. “Prestasi ini tidak hanya milik saya, tetapi milik semua orang yang mendukung perjalanan saya, mulai dari dosen, keluarga, teman-teman, dan juga institusi kampus yang memberikan fasilitas terbaik. Saya ingin mengatakan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berprestasi tinggi jika mereka berani bermimpi, bekerja keras, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan bijak. Jangan pernah menganggap remeh universitas di daerah, karena dengan dedikasi dan dukungan yang tepat, kita bisa bersaing dengan universitas mana pun di Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.
Rencana Dinda ke depannya adalah melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada penelitian literasi digital dalam konteks budaya lokal Indonesia. Dia juga berminat untuk berkontribusi dalam pengembangan program literasi digital di sektor pendidikan dan masyarakat luas.
Kesimpulan
Prestasi Dinda Safira Wijaya meraih juara pertama Kompetisi Literasi Digital Nasional 2026 merupakan bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi, telah mencapai standar akademik yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dukungan infrastruktur kampus, termasuk Unit Perpustakaan yang terus berkembang, serta dedikasi dosen dan mahasiswa, telah menciptakan ekosistem akademik yang kondusif untuk menghasilkan lulusan berkualitas tinggi.
Pencapaian ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif mengembangkan potensi akademik mereka dan tidak ragu untuk bersaing di tingkat nasional. Sekaligus, prestasi ini menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, sehingga dapat menghasilkan lebih banyak lulusan yang berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa di era digital ini.