KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem akademik yang progresif. Kali ini, Unit Perpustakaan kampus menjadi latar belakang pelaksanaan program inovatif yang dirancang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan berbagai organisasi mahasiswa di institusi ini. Program yang diberi nama “Pustaka Muda Berkembang” ini resmi diluncurkan pada Sabtu, 19 April 2026, dan melibatkan lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai program studi.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap rendahnya minat baca dan literasi digital di kalangan mahasiswa. Menurut data internal Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, tingkat kunjungan perpustakaan pada tahun akademik 2024-2025 hanya mencapai 35% dari total populasi mahasiswa aktif. Angka tersebut jauh di bawah standar nasional yang direkomendasikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yakni minimal 60% kunjungan aktif per semester.
“Kami melihat ada kesenjangan besar antara fasilitas yang tersedia dengan pemanfaatan oleh mahasiswa. Padahal, perpustakaan adalah jantung dari penguatan akademik dan riset di setiap universitas. Dari sini datanya konsep Pustaka Muda Berkembang,” ujar Muhammad Iqbal Rahmadhan, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025-2026, dalam wawancara eksklusif dengan media kampus pada hari peluncuran program.
Latar Belakang Program dan Riset Mendalam
Perjalanan menuju realisasi program “Pustaka Muda Berkembang” dimulai sejak kuartal ketiga tahun 2025 lalu. Tim BEM melakukan survei komprehensif terhadap 450 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari. Hasilnya mengejutkan: 68% responden mengaku tidak pernah berkunjung ke perpustakaan dalam sebulan terakhir, sementara 72% menyatakan bahwa perpustakaan terasa “membosankan” dan “tidak relevan dengan kebutuhan digital mereka.”
Temuan ini kemudian didiskusikan dalam serangkaian focus group discussion (FGD) yang melibatkan perpustakawan, dosen, dan pimpinan universitas. Hasil analisis mendalam tersebut menjadi fondasi kuat bagi pengembangan strategi baru yang lebih inklusif dan modern.
“Data yang kami peroleh sangat informatif. Kami menemukan bahwa masalahnya bukan hanya tentang koleksi fisik, tetapi juga tentang bagaimana perpustakaan dikomunikasikan kepada mahasiswa. Banyak yang tidak tahu bahwa perpustakaan kami sudah memiliki akses jurnal digital, e-book, dan database akademik berbayar,” papar Dr. Siti Nurhaliza, Kepala Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, saat memberikan sambutan pada acara peluncuran.
Inti Dari Program “Pustaka Muda Berkembang”
Program yang diluncurkan pada Sabtu pagi tersebut mencakup lima pilar utama yang dirancang secara terintegrasi. Pertama adalah “Digital Literacy Hub”, sebuah ruang khusus yang dilengkapi dengan 25 komputer desktop dan 15 laptop yang tersedia untuk akses database digital, e-learning, dan penelitian online. Ruang ini dirancang dengan konsep terbuka dan nyaman, dilengkapi dengan sofa dan meja kerja kolaboratif yang memenuhi standar ergonomi modern.
Kedua, program ini menawarkan serangkaian workshop dan seminar gratis yang dijadwalkan setiap minggu. Workshop pertama difokuskan pada “Literasi Database Akademik dan Manajemen Referensi”, dengan menggunakan tools seperti Mendeley dan Zotero. Workshop ini akan disampaikan langsung oleh tim librarian profesional dari perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pilar ketiga adalah “Mahasiswa Perpustakaan Berdaya” – sebuah program pelatihan bagi 50 mahasiswa ambassador yang akan bertanggung jawab menyebarkan informasi tentang sumber daya perpustakaan kepada teman-teman mereka. Para ambassador ini akan menerima training intensif selama dua bulan tentang koleksi, akses digital, dan teknik presentasi yang menarik.
“Kami percaya bahwa peer-to-peer communication lebih efektif daripada top-down approach. Mahasiswa lebih mudah percaya kepada sesama mahasiswa yang mereka kenal,” jelas Dinda Putri Kusuma, Wakil Ketua BEM bidang Akademik, dalam presentasinya di hadapan peserta.
Pilar keempat adalah “Literasi Konten Kreatif di Media Sosial”. Dalam era digital ini, BEM menyadari bahwa perpustakaan perlu hadir di platform yang sering diakses mahasiswa. Mereka akan membuat konten menarik berupa tips riset, rekomendasi buku, infografis tentang sumber daya digital, dan video tutorial yang akan dibagikan di Instagram, TikTok, dan YouTube.
Pilar terakhir adalah “Kompetisi Literasi Mahasiswa Komprehensif” yang meliputi berbagai kategori: esai akademik berbasis riset, review buku kreatif, infografis penelitian, dan podcast ilmiah. Kompetisi ini dirancang untuk memberikan insentif kepada mahasiswa yang menunjukkan semangat literasi tinggi, dengan hadiah total mencapai 25 juta rupiah.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Keberhasilan peluncuran program ini tidak terlepas dari dukungan kuat dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Saleh Pallu, M.Si., secara tegas mengapresiasi inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa dalam temuannya.
“Apa yang dilakukan oleh BEM dan organisasi mahasiswa lainnya adalah wujud nyata dari semangat pengembangan akademik yang kami cita-citakan. Kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga inkubator inovasi dan kreativitas mahasiswa. Program Pustaka Muda Berkembang menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi masalah dan menawarkan solusi yang konkret,” ujar Prof. Saleh Pallu dalam sambutannya yang penuh antusiasme.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. H. Asrul, M.Pd., menjanjikan alokasi anggaran tambahan untuk mendukung keberlanjutan program. “Universitas siap mengalokasikan dana sebesar 150 juta rupiah untuk tahun pertama program ini. Investasi ini adalah investasi jangka panjang dalam ekosistem akademik yang sehat,” tambahnya.
Respons Mahasiswa dan Implementasi Lapangan
Respon dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap program ini sangat positif. Pada hari peluncuran sendiri, lebih dari 300 mahasiswa hadir untuk mendaftarkan diri menjadi peserta aktif program. Beberapa diantaranya bahkan secara sukarela mendaftar menjadi mahasiswa ambassador.
Reza Adityaputra, mahasiswa semester VI dari Program Studi Teknik Informatika, adalah salah satu dari 50 ambassador yang terpilih dalam fase awal. “Saya sangat excited dengan program ini. Selama ini saya jarang masuk perpustakaan karena tidak tahu apa yang bisa saya cari di sana. Sekarang dengan menjadi ambassador, saya akan belajar lebih dalam dan bisa membantu teman-teman lain menemukan resource yang mereka butuhkan,” katanya dengan antusias.
Sementara itu, Nurul Hasanah, mahasiswa semester IV dari Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, melihat program ini sebagai jawaban terhadap kesulitan yang dia hadapi dalam menyelesaikan skripsi. “Teman-teman saya dan saya sering kesulitan mencari literatur berkualitas untuk penelitian. Workshop tentang database akademik sangat ditunggu-tunggu. Saya sudah mendaftar untuk semua sesi workshop yang tersedia,” ungkapnya.
Dampak Jangka Panjang dan Target Pencapaian
BEM dan tim pengelola program telah menetapkan target yang ambisius namun realistis untuk tiga tahun ke depan. Pada akhir tahun pertama, mereka menargetkan peningkatan kunjungan perpustakaan menjadi 55% dari total mahasiswa aktif. Untuk tahun kedua, target dinaikkan menjadi 70%, dan pada tahun ketiga diharapkan mencapai 85% – melampaui standar nasional.
Selain itu, program ini juga dirancang untuk meningkatkan kualitas tulisan akademik mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki target untuk menurunkan tingkat plagiarisme dalam skripsi dari 18% menjadi di bawah 5% dalam tiga tahun implementasi program ini.
“Dengan literasi digital dan akses informasi yang lebih baik, mahasiswa akan mampu melakukan penelitian yang lebih mendalam dan original. Ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas lulusan kami,” tambah Dr. Siti Nurhaliza dengan harapan yang besar.
Kolaborasi dengan Organisasi Mahasiswa Lainnya
Kesuksesan program ini juga didukung oleh kolaborasi erat dengan berbagai organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari. Senat Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), berbagai himpunan jurusan, dan organisasi minat bakat turut terlibat dalam implementasi program.
“Ini adalah bukti nyata bahwa ketika organisasi mahasiswa bersatu dengan visi yang sama, kita bisa menghasilkan dampak yang signifikan. Perpustakaan bukan hanya untuk mahasiswa Fakultas Hukum atau Kedokteran saja, tetapi untuk semua. Program ini dirancang untuk semua, demi semua,” ujar Arif Setiawan, Ketua DPM Universitas Muhammadiyah Kendari.
Penutup
Program “Pustaka Muda Berkembang” yang diluncurkan pada 19 April 2026 ini menandai era baru dalam pengembangan kultur literasi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Ini bukan sekadar program yang bersifat sementara, tetapi sebuah gerakan sistemik yang melibatkan seluruh stakeholder akademik dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat.
Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan universitas, kerja keras BEM dan organisasi mahasiswa, serta antusiasme dari mahasiswa sendiri, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi model yang dapat diadopsi oleh universitas lain di Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa perubahan positif dimulai dari mendengarkan kebutuhan mahasiswa dan mengubahnya menjadi aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan. Program “Pustaka Muda Berkembang” adalah wujud nyata dari komitmen tersebut.