KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Perpustakaan, resmi meluncurkan program inovatif bernama “Digital Literacy Initiative 2026” pada hari Selasa, 31 Maret 2026, di ruang utama perpustakaan kampus. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan literasi digital mahasiswa dalam mengakses sumber daya akademik, mengelola informasi, dan mengembangkan keterampilan penelitian di era digital.
Kegiatan akademik terbaru ini merupakan bagian integral dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghadirkan ekosistem pembelajaran yang modern dan inklusif. Dengan menghadirkan berbagai fitur dan layanan baru, perpustakaan kampus berperan lebih aktif dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa di semua jenjang akademik.
Latar Belakang dan Tujuan Program
Memasuki era transformasi digital, kebutuhan akan literasi informasi yang kuat menjadi semakin penting bagi seluruh komunitas akademik. Perpustakaan sebagai jantung dari aktivitas intelektual kampus dituntut untuk terus berinovasi dalam menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa modern.
Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengidentifikasi bahwa masih banyak mahasiswa, terutama mahasiswa semester awal, yang belum sepenuhnya optimal dalam memanfaatkan koleksi digital, basis data online, dan platform akademik yang tersedia. Kondisi ini menjadi pemicu utama dicanangkannya Digital Literacy Initiative 2026.
Program ini mencakup serangkaian kegiatan terstruktur yang meliputi workshop gratis, webinar edukatif, tutorial interaktif, dan sesi konsultasi langsung dengan tenaga pustakawan profesional. Seluruh kegiatan dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis kepada mahasiswa tentang cara mengakses jurnal elektronik, database jurnal internasional, e-book koleksi perpustakaan, dan platform penelitian digital lainnya.
Komponen Utama Program
Menurut dokumentasi resmi yang disampaikan Unit Perpustakaan, Digital Literacy Initiative 2026 memiliki lima komponen utama yang akan dijalankan sepanjang tahun akademik 2026.
Pertama, Workshop “Jago Akses Database Akademik” yang akan diselenggarakan setiap bulan untuk angkatan mahasiswa baru. Peserta akan belajar langsung cara menggunakan ProQuest, JSTOR, EBSCOhost, dan database lokal Universitas Muhammadiyah Kendari lainnya. Workshop ini dipandu oleh pustakawan berpengalaman dan dilengkapi dengan materi cetak serta video tutorial yang dapat diakses kapan saja.
Kedua, Program “Mentor Perpustakaan Digital” yang melibatkan mahasiswa senior sebagai peer mentor. Mereka akan membantu mahasiswa baru dalam memahami sistem katalog online (Online Public Access Catalog/OPAC), reservasi buku, dan pemanfaatan layanan digital perpustakaan secara optimal.
Ketiga, Seri Webinar “Riset dan Referensi di Era Digital” yang menghadirkan pembicara dari berbagai disiplin ilmu dan institusi luar. Webinar ini akan membahas strategi pencarian informasi, manajemen referensi menggunakan software seperti Mendeley dan Zotero, serta etika dalam penggunaan sumber akademik digital.
Keempat, Pengembangan aplikasi mobile “PerpusUMK” yang memudahkan mahasiswa mengakses koleksi perpustakaan, melakukan peminjaman, dan menerima notifikasi tentang event serta layanan perpustakaan langsung melalui smartphone mereka. Aplikasi ini terintegrasi dengan sistem manajemen perpustakaan yang sudah ada.
Kelima, Ruang Digital Learning Commons yang baru direnovasi dengan fasilitas lengkap termasuk komputer workstation, proyektor, whiteboard interaktif, dan wifi berkecepatan tinggi untuk mendukung kegiatan studi kelompok, presentasi, dan eksplorasi sumber digital secara kolaboratif.
Peluncuran dan Antusiasme Mahasiswa
Peluncuran resmi Digital Literacy Initiative 2026 dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, pimpinan unit akademik, kepala perpustakaan, dan sekitar 150 mahasiswa dari berbagai program studi. Acara dibuka dengan sambutan hangat dan presentasi tentang visi besar perpustakaan dalam mendukung kesuksesan akademik mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa diajak untuk langsung mencoba fitur-fitur baru yang telah disiapkan. Antusiasme tampak jelas dari para peserta yang secara aktif mengikuti demo interaktif penggunaan database akademik dan aplikasi mobile PerpusUMK yang baru diluncurkan.
Siti Nurhaliza, mahasiswa semester tiga Program Studi Teknik Informatika, mengungkapkan kegembiraan menerima informasi tentang program ini. “Saya sangat senang dengan adanya inisiatif ini. Sebelumnya, saya kebingungan mencari jurnal untuk penulisan tugas akhir. Dengan program ini, saya jadi tahu kalau perpustakaan punya banyak sekali koleksi digital yang bisa dimanfaatkan. Aplikasi mobile-nya juga sangat membantu karena bisa diakses dari mana saja,” ungkapnya antusias saat diwawancarai.
Pernyataan Kepala Unit Perpustakaan
Dr. Hamzah Rahman, S.S., M.Lib., Kepala Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, menekankan pentingnya literasi digital dalam konteks pembelajaran kontemporer. Dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi kampus, beliau menyatakan:
“Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku fisik, tetapi harus menjadi hub informasi dan pembelajaran yang dinamis. Program Digital Literacy Initiative 2026 adalah manifestasi nyata dari komitmen kami untuk memberdayakan setiap mahasiswa agar mampu bernavigasi dalam dunia informasi digital dengan percaya diri dan bertanggung jawab,” kata Dr. Hamzah Rahman.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan digital dan memastikan bahwa setiap mahasiswa, terlepas dari latar belakang teknologi mereka, memiliki akses yang sama terhadap sumber daya akademik berkualitas tinggi.
“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan pustakawan, pengembangan konten edukatif, dan infrastruktur digital. Investasi ini adalah prioritas karena kami percaya bahwa perpustakaan yang kuat akan menghasilkan penelitian dan pembelajaran yang berkualitas,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
Dukungan dari Pihak Akademik
Kehadiran dan dukungan dari tingkat kepemimpinan universitas juga menjadi bukti komitmen institusional terhadap program ini. Dr. Suwandi, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif perpustakaan.
“Digital Literacy Initiative ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kami menaruh harapan besar bahwa program ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian mahasiswa kami secara signifikan,” kata Dr. Suwandi.
Beliau juga menegaskan bahwa universitas akan terus memberikan dukungan penuh baik dalam bentuk pendanaan, kebijakan akademik, maupun kolaborasi lintas unit untuk kesuksesan program.
Fasilitas dan Layanan Terbaru
Dalam menjalankan Digital Literacy Initiative 2026, Unit Perpustakaan telah melakukan serangkaian penyempurnaan infrastruktur dan layanan. Ruang Digital Learning Commons yang baru direnovasi mencakup area kerja yang ergonomis, pencahayaan modern, dan sistem ventilasi yang nyaman untuk mendukung sesi belajar jangka panjang.
Koleksi e-book perpustakaan telah ditingkatkan dengan menambahkan lebih dari 5.000 judul baru yang mencakup berbagai disiplin ilmu dari seni, sains, teknologi, hingga ilmu sosial. Sementara itu, langganan database jurnal internasional juga diperluas untuk memberikan akses ke publikasi terkini dalam berbagai bidang akademik.
Sistem OPAC (Online Public Access Catalog) telah diupgrade dengan antarmuka yang lebih user-friendly, fitur pencarian lanjutan, dan integrasi dengan sistem reservasi otomatis. Mahasiswa kini dapat melakukan reservasi buku, memperpanjang peminjaman, dan memeriksa status koleksi secara real-time melalui portal online atau aplikasi mobile.
Dampak dan Harapan ke Depan
Program Digital Literacy Initiative 2026 diharapkan memberikan dampak positif yang terukur pada kualitas pembelajaran dan penelitian di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan mahasiswa yang lebih literat dalam menggunakan sumber digital, diproyeksikan akan terjadi peningkatan kualitas tugas akademik, proposal penelitian, dan publikasi karya ilmiah mahasiswa.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menunjukkan kepada komunitas akademik bahwa perpustakaan adalah mitra strategis dalam perjalanan pendidikan, bukan hanya layanan pendukung. Hal ini sejalan dengan transformasi yang terjadi di perpustakaan universitas terkemuka di seluruh dunia.
Pihak perpustakaan juga mengantisipasi untuk mengembangkan program ini lebih lanjut dengan menambahkan komponen seperti literasi sumber terbuka (open access), manajemen data penelitian, dan pelatihan dalam menggunakan artificial intelligence tools untuk analisis literatur akademik.
Jadwal Kegiatan dan Cara Mendaftar
Unit Perpustakaan telah menetapkan jadwal kegiatan untuk semester genap tahun akademik 2026. Workshop pertama “Jago Akses Database Akademik” akan dimulai pada tanggal 7 April 2026, diikuti dengan webinar perdana pada tanggal 14 April 2026.
Mahasiswa dapat mendaftar mengikuti kegiatan melalui beberapa cara: langsung datang ke desk perpustakaan lantai satu, mengisi formulir online di portal akademik universitas, atau menghubungi hotline perpustakaan di nomor 082-xxxx-xxxx. Semua kegiatan gratis untuk seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
Penutup
Dengan diluncurkannya Digital Literacy Initiative 2026, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengambil langkah konkret dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran digital yang komprehensif. Unit Perpustakaan, melalui program ini, tidak hanya memperbarui layanan tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pilar utama dalam mendukung kesuksesan akademik mahasiswa.
Inisiatif ini merupakan respons nyata terhadap kebutuhan akan literasi informasi yang semakin mendesak di era digital. Dengan kolaborasi antara perpustakaan, pimpinan akademik, dan seluruh mahasiswa, diharapkan program ini akan membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengakses pengetahuan secara lebih luas dan mendalam.
Sebagaimana semangat yang tertuang dalam moto universitas, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Digital Literacy Initiative 2026 adalah bukti nyata dari dedikasi institusi dalam memberdayakan setiap anggota komunitas akademik untuk menjadi pembelajar yang mandiri, kritis, dan inovatif.
(Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung dan wawancara dengan pihak Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 01 April 2026)
—
Jumlah kata: 1.847 kata