KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Perpustakaan yang terus berkembang, resmi meluncurkan tiga proyek penelitian inovatif hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa pada Rabu, 3 April 2026. Ketiga penelitian tersebut dirancang untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi praktis bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara umum.
Acara peluncuran penelitian yang digelar di Ruang Auditorium Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari ini menandai komitmen institusi dalam mendorong budaya riset akademis yang kuat. Sebanyak lebih dari 150 peserta hadir, termasuk para dosen, mahasiswa, pegawai administrasi, dan perwakilan dari berbagai lembaga penelitian lokal maupun nasional.
Tiga Proyek Inovatif dengan Implikasi Luas
Ketiga proyek penelitian yang diluncurkan mencakup berbagai disiplin ilmu dan fokus pada isu-isu kontemporer yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian pertama berjudul “Implementasi Teknologi Internet of Things (IoT) untuk Sistem Monitoring Kualitas Air di Perairan Kendari” merupakan hasil kerja sama antara Program Studi Teknik Elektro dengan tim mahasiswa semester akhir.
Penelitian kedua, “Analisis Keberlanjutan Ekosistem Mangrove Sulawesi Tenggara dan Strategi Konservasi Berbasis Masyarakat Lokal,” melibatkan Program Studi Biologi, Pendidikan Lingkungan, dan mahasiswa dari berbagai fakultas. Sementara itu, penelitian ketiga berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Hybrid Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Sekolah Menengah Atas di Wilayah Perkotaan dan Pedesaan” menggabungkan keahlian dari Program Studi Pendidikan dan Ilmu Komputer.
Dr. H. Muh. Nur Qomarudin, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas inisiatif penelitian ini. “Perpustakaan bukan lagi hanya tempat penyimpanan buku, tetapi menjadi jantung inovasi akademik kami. Ketiga proyek ini mencerminkan dedikasi sivitas akademika kami untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor Qomarudin dalam sambutannya.
Peran Signifikan Perpustakaan sebagai Basis Riset
Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, di bawah pimpinan Nilda Pratiwi, S.Sos., M.I.Kom., telah mengalami transformasi digital dan fisik yang luar biasa dalam dua tahun terakhir. Koleksi perpustakaan yang awalnya hanya mencakai 15.000 judul buku kini telah berkembang menjadi 32.500 judul, ditambah akses ke 50 basis data digital internasional termasuk JSTOR, ProQuest, dan EBSCOhost.
“Kami memahami bahwa penelitian berkualitas tinggi memerlukan akses informasi yang luas dan fasilitas yang mendukung. Itulah mengapa kami terus meningkatkan infrastruktur perpustakaan, mulai dari ruang baca khusus riset, laboratorium data, hingga fasilitas konsultasi dengan research librarian bersertifikat,” jelas Nilda Pratiwi saat dihubungi secara khusus untuk penjelasan mendalam tentang peran perpustakaan.
Lebih lanjut, Kepala Unit Perpustakaan menjelaskan bahwa institusinya tidak hanya menyediakan sumber daya, tetapi juga aktif membimbing mahasiswa dan dosen dalam metodologi penelitian. “Kami telah melatih 45 mahasiswa sebagai research assistants dalam enam bulan terakhir. Mereka membantu dosen dan peneliti lain dalam mengorganisir data, menganalisis sumber, dan mengembangkan kerangka konseptual penelitian,” tambahnya.
Detail Penelitian Pertama: Teknologi IoT untuk Monitoring Air
Proyek penelitian pertama dipimpin oleh Dr. Eng. Bambang Sutrisno, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Elektro. Penelitian ini memanfaatkan sensor pintar dan jaringan komunikasi wireless untuk memantau parameter kualitas air secara real-time di tiga lokasi strategis di Perairan Kendari: Teluk Kendari, Kepulauan Ombak, dan muara Sungai Kendari.
“Permasalahan pencemaran air di Perairan Kendari memerlukan solusi monitoring yang efisien dan berkelanjutan. Sistem IoT yang kami kembangkan dapat mendeteksi perubahan pH, salinitas, suhu, dan tingkat oksigen terlarut dalam waktu nyata. Data ini kemudian ditransmisikan ke cloud server untuk analisis lebih lanjut dan disajikan melalui dashboard yang user-friendly,” jelaskan Dr. Bambang Sutrisno.
Tim peneliti yang terdiri dari 12 mahasiswa dari berbagai angkatan telah menyelesaikan fase prototype dan kini memasuki tahap testing di lapangan. Direncanakan, sistem ini akan dioperasionalkan sepenuhnya pada akhir tahun 2026 dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai mitra implementasi.
Anggaran penelitian ini mencapai Rp 450 juta yang berasal dari dana riset internal universitas, dengan potensi mendapatkan tambahan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk fase pengembangan selanjutnya.
Detail Penelitian Kedua: Konservasi Mangrove Berkelanjutan
Penelitian kedua, yang berfokus pada ekosistem mangrove, dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Norma Harahap, M.S., seorang ahli ekologi pesisir dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Penelitian ini melibatkan 18 mahasiswa dari Program Studi Biologi, Pendidikan Lingkungan, dan Manajemen Sumber Daya Alam.
“Mangrove di Sulawesi Tenggara menghadapi tekanan yang semakin berat dari konversi lahan, pembangunan infrastruktur, dan aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan. Melalui penelitian ini, kami ingin mengidentifikasi strategi konservasi yang tidak hanya efektif secara ekologis tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal yang tinggal di sekitar hutan mangrove,” kata Prof. Siti Norma Harahap.
Metodologi penelitian mencakup survei biodiversitas, analisis genetik populasi mangrove, studi etnobotani dengan masyarakat pesisir, dan pengembangan model ekonomi berkelanjutan untuk pemanfaatan sumber daya mangrove. Tim peneliti telah melakukan survei awal di lima lokasi mangrove utama dan berhasil mengidentifikasi 12 spesies mangrove, dengan tiga di antaranya termasuk kategori langka.
“Temuan awal kami menunjukkan bahwa melibatkan masyarakat lokal dalam program reboisasi mangrove meningkatkan tingkat keberhasilan hingga 85 persen dibandingkan dengan program top-down konvensional. Kami juga menemukan bahwa produktivitas ikan dan udang di perairan dekat mangrove yang sehat 40 persen lebih tinggi,” ungkap mahasiswa senior Biologi, Rasyida Amelia, 21 tahun, yang menjadi koordinator lapangan penelitian ini.
Penelitian ini dialokasikan anggaran Rp 600 juta dan telah bermitra dengan Balai Taman Nasional Wakatobi, serta dua organisasi non-pemerintah yang fokus pada konservasi laut.
Detail Penelitian Ketiga: Pembelajaran Hybrid Berbasis AI
Penelitian ketiga merupakan respons terhadap kebutuhan transformasi pendidikan di era digital. Dipimpin oleh Dr. Eka Prasetya Widianto, S.Kom., M.T., penelitian ini mengembangkan platform pembelajaran hybrid yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi pengalaman belajar siswa sekolah menengah atas.
“Ketidaksetaraan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan tetap menjadi tantangan besar di Indonesia. Platform kami dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang adaptif, di mana konten, kecepatan, dan metode pengajaran menyesuaikan dengan gaya belajar individual siswa,” dijelaskan Dr. Eka Prasetya Widianto.
Tim terdiri dari 15 mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer dan Pendidikan. Mereka telah mengembangkan algoritma machine learning yang dapat menganalisis performa siswa dan memberikan rekomendasi pembelajaran yang dipersonalisasi. Platform ini juga dilengkapi dengan chatbot AI yang dapat menjawab pertanyaan siswa dalam Bahasa Indonesia, dengan tingkat akurasi yang terus ditingkatkan.
Uji coba terbatas telah dilakukan di dua sekolah menengah atas di Kendari dengan melibatkan 120 siswa. Hasil awal menunjukkan peningkatan rata-rata nilai siswa sebesar 18 persen setelah menggunakan platform selama dua bulan, serta peningkatan signifikan dalam engagement dan kepercayaan diri belajar.
“Yang paling menarik adalah respons siswa di daerah pedesaan. Mereka sangat antusias karena sekarang memiliki akses ke pembelajaran berkualitas tinggi dengan metode yang disesuaikan, tanpa harus pergi ke kota besar,” kata Aditya Ramadhani, mahasiswa semester akhir Ilmu Komputer, 22 tahun, yang menjadi lead developer platform ini.
Anggaran penelitian mencapai Rp 350 juta dengan dukungan dari PT Telkom Indonesia sebagai mitra teknologi dan infrastruktur.
Komitmen Universitas terhadap Ekosistem Riset
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Muhammad Yusuf, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa ketiga penelitian ini merupakan bagian dari roadmap jangka panjang universitas untuk membangun ekosistem riset yang kokoh dan berkelanjutan.
“Kami menargetkan peningkatan publikasi ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus dari rata-rata 8 publikasi per tahun menjadi 25 publikasi per tahun pada 2028. Ketiga proyek penelitian ini dirancang untuk berkontribusi pada target ambisius tersebut,” ujar Dr. Muhammad Yusuf.
Selain itu, universitas juga menyediakan fasilitas pendukung riset yang terus ditingkatkan, termasuk laboratorium terintegrasi, akses ke teknologi cloud computing, dan program pelatihan metodologi penelitian bagi dosen dan mahasiswa. Tahun ini, universitas telah mengalokasikan Rp 2,5 miliar khusus untuk dana riset internal, meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari menegaskan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Kami tidak menginginkan penelitian yang hanya tersimpan di rak perpustakaan. Semua hasil penelitian harus dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung kebijakan publik, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara,” katanya.
Untuk memastikan hal tersebut, universitas telah menjalin kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan beberapa perusahaan lokal telah menandatangani memorandum of understanding untuk implementasi hasil penelitian.
Nilda Pratiwi dari Unit Perpustakaan menambahkan bahwa institusinya akan membuat knowledge repository digital untuk mengarsipkan semua hasil penelitian, membuat temuan dapat diakses tidak hanya oleh akademisi tetapi juga praktisi dan masyarakat umum.
Penutup
Peluncuran tiga proyek penelitian inovatif di Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa perguruan tinggi swasta di daerah tidak tertinggal dalam menghasilkan riset berkualitas tinggi. Peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan inovasi telah terbukti signifikan dalam mendukung tumbuhnya budaya riset yang sehat.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kolaborasi lintas disiplin ilmu, dan komitmen institusional yang kuat, Universitas Muhammadiyah Kendari siap menjadi kontributor aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi inovatif untuk tantangan sosial-ekonomi-lingkungan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Ketiga penelitian ini adalah bukti nyata bahwa inovasi dapat tumbuh dari mana saja, asalkan ada dedikasi, fasilitas, dan visi yang jelas. Kendari, dengan Universitas Muhammadiyah Kendari di garis depan, kini semakin menunjukkan potensinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan regional.
—
Penulis: Tim Redaksi Berita Kampus
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
Tanggal: 3 April 2026